Strawberry Lassi

Contoh Naskah Part I

Ini Contoh naskah saya yang dibuat pada saat tugas kuliah dulu

Scene 1
INT. SEKOLAH. KELAS STELLA - SIANG
Sesudah jam istirahat STELLA (16) dan kawan-kawannya memasuki kelas untuk melanjutkan pelajaran matematika. Dia segera duduk dan mengeluarkan buku matematika yang sudah di pelajari sebelumnya.

STELLA
Akhirnya, jam istirahat sudah berakhir (LEGA) aku akan keluarkan buku matematikanya ah! (SENANG)

Seorang teman STELLA, SONYA (16) menanyakan soal matematika yang sulit kepada STELLA dan STELLA mau menerangkan pelajaran kepada SONYA.

SONYA
(GELISAH) Ah, susah sekali pelajarannya maka aku tidak mengerti apa yang di pelajari tadi (BERPIKIR) sebaiknya aku bertanya kepada Stella (BERHARAP) semoga Stella mengerti soal-soal yang sudah dipelajari

 SONYA
(BERTANYA) Stel, aku boleh tanyakah soal pelajaran matematika

STELLA
(SENANG) Boleh

SONYA
(SENANG) Asyik

STELLA
(MENANYAKAN) Adakah yang sulit dari soal ini

SONYA
(BINGUNG) Iya, ini no 3 yang paling susah padahal aku sudah pelajarinya tadi malam eh ini malah tambah sulit lagi soalnya (MINTA TOLONG) Gimana ini Stel, maka harus cepat selesai hari ini

STELLA
Ok, sini aku bantuin (SENANG) (MEMBACA SOAL) aku baca soal no 3 : kuartil bawah dari data tersaji pada tabel distribusi di atas adalah, coba kamu hitung rata-ratanya berapa?

SONYA
(BERTANYA) Berarti ditambah habis itu dikali?

STELLA
(MENATAP) Ya

SONYA
(GEMBIRA) Sudah dapat jawabannya

 STELLA
(BERTANYA) Berapa rata-ratanya?

SONYA
(SEMANGAT) 66,6 jawabannya

STELLA
(TEPUK TANGAN) Betul jawabanmu yeah

SONYA
(SENANG) Hore (MENGUCAPKAN TERIMA KASIH) terima kasih Stel

STELLA
(GEMBIRA) Sama-sama Son


Scene 2
INT. SEKOLAH. KELAS STELLA - SIANG
Wali kelas STELLA, AMBAR (40) datang ke kelas mereka tetapi tidak membawa buku atau materi buat mengajar hari ini, akan tetapi guru tersebut mengumumkan akan diadakan lomba olimpiade fisika di Bandung bulan depan.

AMBAR
(MENYAPA MURID-MURID)Selamat Siang anak-anak

SEMUA MURID
(MENYAPA GURU) Siang Bu

AMBAR
(MENYAMPAIKAN) Hari ini saya tidak mengajar matematika hari ini dan saya akan mengumumkan sesuatu kepada kalian semua

SEMUA MURID
(SENANG) asyik

AMBAR
(MENYAMPAIKAN) Besok sekolah kita akan mengadakan kualifikasi Olimpiade Fisika, jadi ada 3 orang yang akan mewakili sekolah kita

AMBAR juga mengumumkan siapa yang akan mewakili sekolah mereka, semua murid dikelas memilih STELLA sebagai perwakilan sekolah di SMA Masa Depan.

AMY
(SEMANGAT) Pasti STELLA yang lolos

DHIKA
(SENANG) Pastinya lah

SEMUA MURID
(GEMBIRA) STELLA! STELLA!

AMBAR
(MENENANGKAN ANAK-ANAK) tenang dulu anak-anak, Belum ada yang mewakili di sekolah kita tetapi menurut kepala sekolah besok sekolah akan mengadakan kualifikasi lomba Olimpiade Fisika di sekolah kita, kalian harap dukung teman kalian supaya bisa mewakili sekolah kita

SEMUA MURID
(GEMBIRA) Iya bu guru

AMBAR
(MENGUCAPKAN TERIMA KASIH) Terima Kasih semua, mudah-mudahan teman kalian bisa mewakili sekolah kita

SEMUA MURID
(SENANG) Sama-sama Bu

AMBAR
Itu saja pengumuman yang saya sampaikan (MENYURUH) silahkan masukkan buku kalian dalam tas dan kalian boleh pulang

SEMUA MURID
(GEMBIRA) Hore

Scene 3
INT. SEKOLAH. KELAS ARDI - SIANG
Di kelas 11 B, ARDI (17) bersiap-siap mengikuti kualifikasi lomba Olimpiade Fisika di sekolah dengan sombongnya ia mengeluarkan jurus-jurus yang sudah di pelajari minggu lalu, tampak teman-teman ARDI mendukung ARDI supaya ia bisa mewakili sekolahnya.

ARDI
(MENUNJUKKAN SIKAP SOMBONG) Besok gue harus semangat untuk menghadapi kualifikasi (PESIMIS) mudahan gue bisa lolos dan bisa mewakili sekolah ini

AGNES
(GEMBIRA) Di, kita semua dukung loh kok

ZICO
(MENENANGKAN) Tenang saja (MENDUKUNG) kan ada kita-kita yang dukung loh Di

ARDI
(MENGUCAPKAN TERIMA KASIH) Ya, Terima kasih atas dukungannya ya teman-teman

LOUISE
(MEMBERI DUKUNGAN) besok teman kita ARDI akan ikut lomba mohon dukungan ya teman-teman

SEMUA MURID
(SEMANGAT) Ya (MENDUKUNG) ARDI! ARDI!

Wali kelas 11 B, SISKA (37) datang untuk menyampaikan pengumuman yang berkaitan dengan lomba tersebut dan tentu saja mereka memilih Ardi sebagai perwakilan di sekolahnya.

SISKA
(MENYAPA MURID-MURID) Selamat Siang anak-anak

SEMUA MURID
(MENYAPA GURU) Selamat siang Bu

SISKA
(MENYAMPAIKAN) Hari ini saya akan mengumumkan sesuatu

ZICO
(BERTANYA) Apa itu Bu?

SISKA
(MENYAMPAIKAN) Besok sekolah kita akan mengadakan kualifikasi Olimpiade Fisika dan sekolah kita ditunjuk sebagai tuan rumah untuk lomba ini

LOUISE
(TAKJUB) Wow

ZICO
(BERTANYA) Jadi, sekolah kita akan menjadi tuan rumah buat lomba

SISKA
(SENANG) Ya, betul sekali ZICO (MENYAMPAIKAN) Jadi ada 3 orang yang akan mewakili sekolah kita

LOUISE
(SEMANGAT) Pasti ARDI

AGNES
(SENANG) Pastinya dong, ARDI kan pintar jadi dia bisa mewakili sekolah kita dan kelas kita

SEMUA MURID
(MENDUKUNG) Hore hidup ARDI

SISKA
(MENENANGKAN) Sabar dulu (MENYAMPAIKAN) Belum ada yang terpilih tetapi besok sekolah akan mengadakan kualifikasi lomba di sekolah, kalian mohon dukung ARDI supaya bisa mewakili sekolah kita

SEMUA MURID
(SEMANGAT) Ya, Bu Guru

SISKA
(BEL BERBUNYI) Itu saja yang saya sampaikan pengumuman ini (MENGUCAPKAN TERIMA KASIH) Terima kasih semua, (MENYURUH) Kalian boleh pulang sekarang karena ini sudah bel berbunyi dari tadi dan ARDI kamu jangan pulang dulu nanti ada pengarahan dari kepala sekolah

SEMUA MURID
(SEMANGAT) Ya sama-sama Bu, Selamat siang Bu

ARDI
Baik Bu

Scene 4
EXT. SEKOLAH. LAPANGAN UPACARA - SIANG
Sesaat jam pulang , kepala sekolah, HANDOKO (44) menyampaikan pengumuman terkait lomba buat besok dan semua murid-murid termasuk yang akan mengikuti lomba berkumpul juga di lapangan

HANDOKO
(MENYAMPAIKAN) besok sekolah kita akan mengadakan kualifikasi Olimpiade Fisika dan sekolah kita juga akan menjadi tuan rumah di kualifikasi ini (MEMOHON) kami harap kalian semua bisa mewakili sekolah ini setidaknya ada 2-3 orang yang akan lolos ke Olimpiade Fisika ini dan bisa masuk final di Bandung

SEMUA MURID
(MENDOAKAN) Amin pak

HANDOKO
Itu saja yang saya sampaikan (MEMINTA MAAF) dan saya minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan (MENGUCAPKAN TERIMA KASIH) Terima kasih semua dan selamat siang semuanya

SEMUA MURID
(SEMANGAT) Siang Pak

Scene 5
EXT. SEKOLAH. LAPANGAN UPACARA - SIANG
Sehabis pengumuman, STELLA, AMY, & SONYA menunggu di lapangan sambil menunggu orang-orang yang akan ke aula tetapi SONYA & AMY ingin menunggu di depan kelas

AMY
(MENGELUH) Stel, kita tunggu di depan kelas saja

SONYA
(NGAMBEK) Ya ini, kita tunggu aja ya

STELLA
(TENANG) Nggak apa-apa kalian ikut aja ke aula sama aku tapi kalian duduk di belakang saja (TERTAWA) hahahahaha

SONYA
(KESAL) Ih, Stel emang kita penunggu setan

AMY
(KESAL) Ya tuh Stel

STELLA
(SENANG) Kan cuma bercanda mana mungkin beneran (MENYURUH) Ayo sudah nanti panitianya marah sama aku kalau terlambat

AMY & SONYA
(LANGSUNG PERGI) Ayo

Scene 5
EXT. SEKOLAH. DEPAN PINTU AULA SEKOLAH - SIANG
STELLA datang bersama kedua temannya SONYA dan AMY, sesampainya di aula sekolah ARDI menabrak STELLA karena lari dan STELLA pun terjatuh di depan pintu aula sekolah sehingga kedua temannya menolong STELLA. Akhirnya STELLA marah kepada ARDI gara-gara terjatuh di depan pintu dan ARDI pun meminta maaf kepada STELLA.

STELLA
(MERINGIS) Aduh (TERJATUH) Siapa sih yang nabrak nih

ARDI
(MEMALINGKAN MUKA) Gue (MINTA MAAF) Sorry, gue tidak sengaja nabrak loh

STELLA
(TEGUR) Kalau jalan lihat dulu dong matanya

ARDI
(MERENGUT) Ya, gue salah (SAMBIL LARI) Kayaknya gue harus cepat-cepat karena mau mulai acara pengarahannya

STELLA
(MARAH) Enak aja langsung pergi nggak mau minta tolong apa ini orang (MENGAMBEK) Uhh  (MENGANCAM) awas nanti ini orang ya

AMY
(BERLARI) Kamu nggak apa-apakan Stel (MENOLONG) Sini aku sama Sonya yang nolong kamu

SONYA
Ya (KESAL) Dasar si ARDI tuh masa orang jatuh tidak mau di tolongin

AMY
(BINGUNG) Loh, kamu kenal sama orang itu kan Son, nggak pernah lihat aku

SONYA
(MENENANGKAN) Tenang nanti habis pengarahan nanti aku ceritain ke kalian berdua (MENYURUH) Ayo cepat nanti STELLA nggak dapat pengarahan dari Panitia

Scene 6
INT. SEKOLAH. AULA SEKOLAH - SIANG
Mereka akhirnya masuk di aula sekolah dan mendapat pembekalan dari ANTHONY (40) panitia lomba di sekolah, saatnya panitia mengumumkan siapa yang bisa mewakili sekolah di olimpiade fisika di Bandung. Yang bisa mewakili ada 3 orang bukan 2 orang menurut panitia olimpiade fisika tingkat provinsi.

ANTHONY
(MENYAPA) Selamat Siang, anak-anak

PESERTA
(MENYAPA) Selamat siang, pak

ANTHONY
(MENYAMPAIKAN) Hari ini saya dari Panitia kualifikasi Olimpiade Fisika akan menyampaikan Pembekalan buat acara besok

PESERTA
(SENANG) Asyik

ANTHONY
(SABAR) Tenang anak-anak (MEMBACA) hari ini saya akan membaca peraturan buat besok. Yang pertama jangan menyontek jawaban peserta lain kalau sampai menyontek nanti di diskualifikasi dan tidak bisa ikut babak selanjutnya

DINO
(TAKJUB) Wow, nggak bisa nyontek dong nanti

ANTHONY
(BACA) Yang kedua jangan kerja sama, ketiga jangan menggunakan kalkulator dan terakhir jangan menggunakan alat bantuan lain (MENGANCAM) Siapa yang melanggar akan di diskualifikasi, mengerti semua

PESERTA
Ya, pak

ANTHONY
(SENANG) Bagus, begitu anak-anak. Satu lagi, peserta yang lolos kualifikasi ada 3 orang, jadi bukan 2 orang lagi seperti tahun-tahun sebelumnya

ZICO
(PESIMIS) Di, loh harus lolos ke Olimpiade fisika ini jangan sampai loh ada saingan

ARDI
(SENSITIF) Ya, Zic

ANTHONY
(MENYURUH) Sekarang kalian boleh pulang semua

PESERTA
(SENANG) Asyik

Scene 7
EXT. SEKOLAH. LUAR SEKOLAH - SIANG
Setelah pembekalan buat lomba besok, STELLA dan ARDI berpapasan di depan kelas 11 C bukannya sudah minta maaf tetapi malah beradu mulut tidak jelas hingga mereka di panggil oleh kepala sekolah.

STELLA
(NGOMONG DALAM HATI) (SAMBIL JALAN CEPAT) Kayaknya aku harus belajar lebih giat lagi, supaya bisa lolos babak selanjutnya (SAMBIL MELIHAT ARDI) Itu kan anak yang nabrak aku tadi kayaknya dia mau berpapasan bahaya ini (JALAN LEBIH CEPAT) ya, dia mulai berhadapan sama aku lagi bagaimana nih (BERPAPASAN)

ARDI
(KAGET) (MARAH) Loh kan yang jatuh di depan aula tadi kenapa loh bisa lewat sini

STELLA
(BERKACAK PINGGAN) Kan aku tadi ke toilet dulu (SINIS) Emang kenapa, nggak boleh lewat sini apa?

ARDI
(ANEH) Ya, boleh sih

STELLA
(MARAH) Kok, kamu gitu sih inikan jalan bukan pasar atau kebun binatang

ARDI
(MARAH) Terserah gue dong

STELLA
(MARAH) Kan, kita sudah minta maaf dari tadi kok kamu malah sewot sendiri

HANDOKO
(MENCARI) Kemana si ARDI padahal dia harus pulang duluan eh malah belum lagi tuh anak, kemana ya?

ARDI
(MARAH) Ya, gue tahu tapi kenapa loh lewat sini

STELLA
(SINIS) Kan, aku cuma ke toilet kok itu aja

HANDOKO
(MENCARI) Mana tuh anak (MELIHAT) Akhirnya saya ketemu, kok ada STELLA di depan kelas coba saya datangi (MENDATANGI MEREKA) Kalian berdua lagi ngapain di sini seharusnya kalian itu pulang dan belajar bukannya adu mulut. Sekarang kalian berdua ke ruangan saya

ARDI & STELLA
Ya, Pak

Scene 8
INT. SEKOLAH. RUANG KEPALA SEKOLAH - SIANG
Akhirnya mereka berdua dipanggil kepala sekolah soal adu mulut tadi. STELLA pun kaget karena ARDI anak dari kepala sekolah dan teman-teman STELLA yang sedang menunggu di luar pun kaget karena hal itu.

HANDOKO
(BERTANYA) Kenapa kalian berdua berkelahi di depan kelas?

ARDI
(MENGADU) Dia tadi yang duluan ngomong, pa

STELLA
(MARAH) Bohong Pak, tadi pas saya selesai ke toilet dia yang duluan ngomong bukan saya

HANDOKO
(MARAH) Oh, kamu Di biang keroknya padahal kamu tuh belajar buat besok bukannya adu mulut

ARDI
(MENUNDUK) Ya, Pa

STELLA
(NGOMONG DALAM HATI) Ah, jadi ARDI itu anak dari Pak HANDOKO ya baru tahu aku

AMY
(KAGET) Jadi dia anak kepala Sekolah ya Son

SONYA
(SAMBIL MENGINTIP DARI LUAR) Ya, My, kamu sama STELLA baru tahu soal itu. Aku tuh udah kenal sama orangtuanya dia, Pak HANDOKO itu teman SMP Mamaku jadi aku kenal si ARDI

AMY
Oh, gitu ya

SONYA
Ya (LANGSUNG PERGI) My, ayo kita kabur sebelum mereka lihat

AMY
Ayo

ARDI pun dimarahi oleh ayahnya karena masalah sepele dan STELLA pun keluar dari ruang kepala sekolah dan pulang bersama teman-temannya kemudian HANDOKO menceritakan tentang STELLA kepada ARDI

HANDOKO
(MARAH) Harusnya kamu tuh jangan menyombongkan diri Di, lihat STELLA dia nggak pernah sombong nggak seperti kamu Di. Seharusnya sifatmu tuh harus berubah jangan alasan kalau sifatmu ini membawa petaka

ARDI
(LANGSUNG BERSUJUD KE AYAHNYA) Ampun Pa

STELLA
(NGOMONG DALAM HATI) (BINGUNG) Kenapa anak itu jadi aneh

ARDI
(MERENGEK) Ampun Pa, ARDI janji tidak akan nakal lagi

HANDOKO
(SENANG) Bagus gitu nak (MENYURUH) STELLA sekarang kamu boleh pulang, ingat kamu itu peserta kualifikasi dan belajar malam ini

STELLA
Terima kasih Pak (KELUAR) Permisi dulu ya pak saya pulang dulu

HANDOKO
Ya, sama-sama (MENASEHATI) Tuh, lihat itu si STELLA dia itu kan anak seorang Pengusaha di Surabaya tapi dia tinggal sendiri di rumahnya karena waktu SD STELLA tinggal di tempat Kakeknya dan waktu SMP-SMA dia hidup mandiri

ARDI
(ANEH) Emang siapa yang mengurus dia?

HANDOKO
(MENASEHATI) Ya, orang tuanya lah Di masa sama kucing

ARDI
(TIDAK PERCAYA) Jadi dia tinggal sendirian di rumah

HANDOKO
(PERCAYA) Kalau kamu nggak percaya tanya sama dia nanti

ARDI
Kapan?

HANDOKO
(MARAH) Tahun depan ya besok lah, sekarang kunci mobil dan dompet kamu sini papa sita karena mulai besok kamu tidak boleh membawa mobil

ARDI
(MENGELUH) Ya, kenapa sih Pa

HANDOKO
(MARAH) Karena kamu ikut papa besok, masa setiap ke sekolah Papa yang bawa motormu terus, kan ini berat nak sekali-kali Papa pakai mobil. Sekarang kamu pulang naik taksi

ARDI
(MEMINTA) Minta duit dong pak

HANDOKO
(MENGELUARKAN DUIT) ini uangnya kalau tidak cukup kamu naik angkot

ARDI
(MENGELUH) Masa cuma dikasih 30 ribu sih pa kan taksi mahal

HANDOKO
(MARAH) Ya, papa tahu nak (MENGANCAM) Sekarang kamu cepat pulang dan belajar

ARDI
(MENUNDUK) Ya, Pa

Scene 9
INT. RUMAH STELLA. KAMAR STELLA - SORE
Sesampainya di rumah dia masuk ke kamarnya dan mulai berpikiran karena ARDI padahal ia ogah-ogahan sama ARDI.

STELLA
(LANGSUNG MEREBAHKAN DI KASUR) Akhirnya sampai juga di rumah rasanya pengen istirahat (BERPIKIR) Tapi kok aku mulai kepikir sama si ARDI padahal aku masih ogah sih (PUKUL KEPALA MEMAKAI TANGAN) Kok aku berpikir seperti ini jangan sampai dia menyukaiku nantinya (BEL PINTU BUNYI) Siapa sih yang datang? (LARI MENUJU LANTAI BAWAH) Kayaknya pasti paket kiriman atau kiriman dari Papa di Surabaya (MEMBUKA PINTU)(TERKEJUT) Ada teman-teman kalian sedang ngapain

DHIKA
(SENANG) Kita semua mau membuat pesta kecil-kecilan buatmu untuk lomba besok

AMY
(GEMBIRA) Ya, ini kami bawa makanan sama minuman buat pesta

STELLA
Terima kasih teman-teman tapi pestanya jangan sekarang deh soalnya aku mau fokus belajar

SONYA
(MENYENGGOL BAHU DHIKA) Kan ada DHIKA juga

STELLA
(TEPUK JIDAT) Ya, aku lupa kan ada DHIKA juga (MENYURUH MASUK) Silahkan masuk teman-teman

TEMAN-TEMAN STELLA
(MASUK RUMAH) Ya, Stel

SCENE 10
INT. RUMAH STELLA. RUANG TAMU - SORE
Akhirnya teman-teman STELLA datang untuk menyemangati STELLA buat lomba besok dan mereka membuat pesta kecil-kecilan

SONYA
(BERTANYA) Nanti malam kamu belajarkah

STELLA
Ya, Son

SONYA
(MERENGEK) Ya, padahal kita mau cerita nih

STELLA
(MENASEHATI) Tapi, habis kualifikasinya ya Son

SONYA
Ya, Stel

AMY
(MENGUMUMKAN) Besok kedua teman kita STELLA & DHIKA akan mengikuti kualifikasi Olimpiade Fisika dan semoga mereka bisa mewakili sekolah kita

SEMUA
Amin

Pada malam harinya mereka belajar buat lomba besok dan keesokan harinya kualifikasi lomba sudah di mulai.

Scene 11
INT. SEKOLAH. AULA SEKOLAH - PAGI
Satu per satu peserta sudah gugur karena nilai mereka tidak cukup tinggal ada 5 peserta yang ada termasuk STELLA dan ARDI. Panitia akan mengumumkan siapa yang akan mewakili sekolah di olimpiade fisika di Bandung, yang lolos berdasarkan panitia lomba adalah STELLA, ARDI dan DHIKA, teman STELLA.

ANTHONY
(MEMBACA) Yang lolos ke Bandung adalah STELLA, ARDI, dan satu lagi adalah DHIKA

SEMUA MURID
(TEPUK TANGAN) (SENANG) Hore

ANTHONY
Jadi, 3 orang ini akan ikut di Olimpiade Fisika di Bandung nanti dan selamat kepada kalian bertiga semoga kalian bisa lolos ke Final Olimpiade nantinya

SEMUA MURID
Amin

Akhirnya anak kelas 11 A memberi selamat kepada STELLA dan DHIKA

AMY
(BERSALAMAN) Selamat ya kalian

SONYA
(BERSALAMAN) Congratulation ya semua

SEMUA MURID
(BERSALAMAN) Selamat ya

AMBAR
(BERSALAMAN) Selamat ya kalian semua, semoga kalian bisa lolos ke Final

STELLA
(TERHARU) Terima kasih ya, semua atas dukungan dan doa selama ini

SEMUA
Ya, sama-sama

Sementara itu kepala sekolah menyarankan kepada ARDI agar tidak sombong pada saat lomba dan harus berkawan kepada STELLA.

HANDOKO
(MENASEHATI) Ingat kata Papa kemarin, jangan sombong kalau kamu mewakili sekolah kita dan juga kamu harus teman sama STELLA (MENGANCAM) Kalau nggak Papa suruh kamu tidur di luar malam ini

ARDI
(TAKUT) Ya, Pa

HANDOKO
(SENANG) Begitu dong, Di ini baru anak Papa

ARDI
Ya, Pa

Scene 12
INT. SEKOLAH. KELAS ARDI - SIANG
Anak Kelas 11 B akan mengadakan pesta untuk ARDI yang berhasil menjadi perwakilan sekolah dan mereka membawa makanan untuk pesta di kelas

AGNES
(SAMBIL MEMBAWA MAKANAN) Hari ini kita akan mengadakan pesta, ya kecil-kecilan yang penting ARDI berhasil menjadi finalis Olimpiade Fisika (MENGAJAK) Setujulah teman-teman kalau ARDI mengalahkan saingannya dan bisa masuk ke final

SEMUA MURID
(SEMANGAT) Setuju

AGNES
(MENGAJAK) Nah, pesta di mulai sekarang dan selamat makan

SEMUA MURID
(SERBU UNTUK MENGAMBIL MAKANAN) Asyik

Scene 13
INT. SEKOLAH. KELAS STELLA - SIANG
Sementara itu di kelas 11 A sedang mengadakan pesta kecil-kecilan untuk STELLA dan DHIKA yang berhasil menjadi perwakilan sekolah juga.

AMBAR
(MENYAMPAIKAN) Hari ini kita akan mengadakan pesta buat 2 teman kalian yaitu STELLA & DHIKA

SEMUA MURID
(SENANG) Hore

AMBAR
Terima Kasih kalian sudah mendukung kedua teman kalian (BERHARAP) Semoga mereka berdua bisa masuk ke final

SEMUA MURID
Amin

AMY
(MENGAJAK) Nah pestanya sudah dimulai dan sekarang kalian boleh makan

SEMUA MURID
(SERBU MENGAMBIL MAKANAN) Asyik


Komentar