Tod Man Pla

Ibuku Barbar (My Mom is Savage)

Maharani Kusuma alias Rani (45), seorang single mother nyentrik dengan mulut tajam bak stand-up comedian dan tingkahnya barbar bak preman komplek, punya dua anak yang kewalahan menghadapi polah ibunya: Vivian Vanilla Sanjaya (Viva) (25), si kakak perawat cantik yang sering jadi korban posesif mamahnya soal jodoh, dan Fandy Christopher Sanjaya (16), si adik tukang yang suka bikin ulah di sekolah yang ternyata nurun sifat kocak sang ibu.

Setiap lebaran, keluarga besar selalu menanyakan “kapan nikah?” ke Viva. Alih-alih membantu, Rani malah jadi bodyguard paling posesif yang siap gebrak meja kalau ada yang usil. Masalah makin runyam ketika Viva dekat dengan Jason Damian Gunadi (28), pemain sepak bola ganteng yang ternyata anak dari mantan pacar SMA Rani, Benny Gunadi (47), dokter tempat Viva bekerja. Bukannya mendukung, Rani malah barbar ke Jason karena takut anaknya “dicolong”.

Sementara itu, Fandy yang sering bolak-balik ruang BK karena kenakalannya, selalu kepo soal siapa ayah kandungnya. Rani berusaha ngeles dengan jawaban absurd, padahal sang ayah asli, Ardi Sanjaya (48), mantan suaminya, masih mondar-mandir berusaha balikan.

Kehidupan mereka makin riuh ketika Rani tiba-tiba puber kedua. Ia mulai dekat dengan Herman Danilo Gunawan (38), arsitek tampan beda usia 7 tahun. Bukannya didukung, dua anaknya justru menolak keras, merasa ibunya “alay banget” pacaran di usia 45 tahun. Jadilah Rani harus menghadapi drama rebutan hati dari tiga pria: mantan suami Ardi, mantan pacar Benny, dan pacar barunya Herman sementara anak-anaknya hanya bisa geleng-geleng kepala karena ibunya lebih ribet daripada mereka.

Kehidupan keluarga ini penuh dengan kehebohan: dari Rani yang posesif sampai Viva yang salah paham, Fandy yang bikin masalah di sekolah sampai Jason yang terjebak antara cinta dengan Viva dan “serangan barbar” calon mertua. Tapi di balik kelucuannya, ada kehangatan keluarga: meski ribut tiap hari, mereka tetap saling sayang dan gak bisa lepas satu sama lain.

[Bahasa Inggris]
Maharani Kusuma or Rani (45), is a quirky single mother with a razor-sharp tongue worthy of a stand-up comedian and the chaotic energy of a neighborhood thug. Her two children are constantly overwhelmed by her antics: Vivian Vanilla Sanjaya (Viva, 25), the beautiful nurse who often becomes the victim of her mom’s extreme possessiveness about dating, and Fandy Christopher Sanjaya (16), the troublemaking younger brother who inherited Rani’s comedic madness and keeps the school counselor busy.

Every Eid, the extended family always asks Viva the same dreaded question: “So, when are you getting married?” Instead of helping, Rani turns into the most aggressively overprotective bodyguard, ready to slam tables if anyone teases her daughter. Things get even messier when Viva gets close to Jason Damian Gunadi (28), a handsome football player who happens to be the son of Rani’s high school ex-boyfriend, Dr. Benny Gunadi (47), who also works at the same hospital as Viva. Instead of being supportive, Rani immediately unleashes her “barbarian mode” on Jason, terrified that someone might “steal” her daughter.

Meanwhile, Fandy practically a VIP at the school counselor’s office thanks to his frequent mischief can’t stop asking who his biological father is. Rani dodges his questions with absurd excuses, even though the real father, her ex-husband Ardi Sanjaya (48), has been hanging around trying to win her back.

Their household grows even louder when Rani suddenly experiences a “second puberty.” She starts getting close to Herman Danilo Gunawan (38), a handsome architect seven years her junior. Instead of cheering her on, her two children strongly disapprove, insisting their mom is “way too cringe” for dating at 45. Suddenly, Rani finds herself in the middle of a ridiculous love triangle between Ardi the ex-husband, Benny the old flame, and Herman the new guy while her kids can only shake their heads because their mother is clearly more chaotic than both of them combined.

Their family life is a whirlwind of mayhem: Rani’s overprotectiveness, Viva’s constant misunderstandings, Fandy’s school drama, and Jason being stuck between his feelings for Viva and the “barbaric attacks” of his potential mother-in-law. Yet behind all the noise and hilarity lies real warmth: despite arguing every day, they genuinely love each other and can’t imagine life apart.

Komentar