Brenda Catherine Gunadi (29 tahun), seorang arsitek cantik dan penuh percaya diri, hidup dengan satu prinsip sakral: zodiak tidak pernah bohong. Sebagai seorang Leo, Brenda yakin bahwa cinta sejatinya hanya bisa datang dari pria yang cocok secara astrologi.
Masalahnya, pria yang paling ia sukai yaitu Sergio Fernando Susanto (30 tahun), keturunan blasteran Indonesia-Amerika Serikat, rekan kantor klien yang sering bekerja sama dengannya adalah seorang Libra, zodiak yang menurut horoskop mingguannya adalah “hubungan yang perlu kerja ekstra karena perbedaan karakter”. Parahnya lagi, Sergio sama sekali tidak percaya pada zodiak, ramalan bintang, atau hal-hal berbau takdir kosmik. Baginya, cinta adalah soal ketulusan bukan tanggal lahir.
Suatu hari, Brenda menemukan artikel horoskop yang mengatakan bahwa “Leo akan segera bertemu jodoh berzodiak terbaik.” Ia pun memulai misi pencarian pasangan berbasis zodiak, menghindari Sergio sejauh mungkin meski diam-diam ia selalu memikirkan pria itu. Dari Aries yang terlalu agresif, Cancer yang terlalu sensitif hingga Taurus yang malah mengajaknya debat harga kopi, petualangan ini berakhir kacau dan konyol.
Sementara itu, Sergio yang awalnya santai mulai bertanya-tanya: kenapa Brenda tiba-tiba menjauh? Ia pun melakukan berbagai cara lucu untuk bisa mendekatinya lagi, termasuk pura-pura membaca horoskop yang berakhir kocak karena ia salah mengartikan semuanya.
Ketika keduanya akhirnya dipaksa bekerja sama dalam sebuah proyek besar, benturan antara logika vs astrologi menjadi bumbu manis, lucu yang sulit dihindari. Perlahan, Brenda mulai menyadari bahwa kecocokan tidak hanya ditentukan oleh bintang, dan Sergio pun mendapati bahwa mungkin sedikit percaya zodiak tidak terlalu memalukan jika itu demi mendekati Brenda.
Apakah seorang Leo dan Libra benar-benar tidak cocok? Atau justru cinta membuat zodiak pun bisa berkompromi?
[Bahasa Inggris]
Brenda Catherine Gunadi (29), a beautiful and confident architect, lives by one sacred principle: zodiac signs never lie. As a Leo, Brenda firmly believes that her true love can only come from a man who is astrologically compatible with her.
The problem is, the man she likes the most Sergio Fernando Susanto (30), an Indonesian–American professional and a frequent client collaborator at her firm is a Libra, a zodiac sign that her weekly horoscope labels as “a relationship that requires extra effort due to personality differences.” To make matters worse, Sergio doesn’t believe in zodiac signs, horoscopes, or cosmic destiny at all. To him, love is about sincerity, not birth dates.
One day, Brenda stumbles upon a horoscope article claiming that “Leo will soon meet their ideal soulmate.” Convinced, she embarks on a zodiac-based matchmaking mission, deliberately avoiding Sergio as much as possible even though she can’t stop thinking about him. From an overly aggressive Aries, an overly sensitive Cancer, to a Taurus who insists on debating coffee prices with her, the adventure turns into a series of chaotic and hilarious misfires.
Meanwhile, Sergio initially unfazed begins to wonder why Brenda is suddenly keeping her distance. Determined to get close to her again, he tries every amusing trick he can think of, including pretending to read horoscopes, which hilariously backfires when he misinterprets everything.
When they are finally forced to work together on a major project, the clash between logic and astrology becomes an unavoidable source of sweet, comedic tension. Slowly, Brenda starts to realize that compatibility isn’t determined by the stars alone, while Sergio discovers that believing in zodiac signs even just a little might not be so embarrassing if it means getting closer to Brenda.
So, are a Leo and a Libra truly incompatible?
Or can love make even the stars learn to compromise?
Komentar
Posting Komentar