Marsha Cantika, gadis berusia 20 tahun yang dikenal sebagai penyanyi muda paling bersinar di Indonesia, tengah mempersiapkan fan meeting akbar pertamanya di Jakarta. Dikenal ramah, rendah hati, dan dekat dengan para penggemarnya, Marsha menjadi idola jutaan orang. Namun di balik senyum manisnya di atas panggung ternyata ada seseorang yang diam-diam menyimpan kebencian mendalam terhadapnya.
Pada pagi hari menjelang acara fan meeting, Marsha menghilang tanpa jejak. Ponselnya ditemukan di ruang ganti, pintu belakang gedung tempat latihan terbuka lebar, dan hanya ada sehelai syal yang tertinggal di lantai. Polisi menemukan bukti mengejutkan: jejak penculik itu cocok dengan seorang buronan kelas atas yang sudah lama dicari karena kasus pembunuhan dan penculikan berantai.
Kasus ini kemudian ditangani oleh tiga detektif: Dandy Christopher, detektif senior berpengalaman yang dikenal tenang dan logis, Ronald Davidson, rekan setianya yang tegas dan analitis serta Aurelia Barbara, detektif muda yang cerdas namun emosional yang diam-diam merupakan penggemar berat Marsha sejak lama.
Mereka bertiga berpacu dengan waktu untuk menemukan Marsha sebelum terlambat. Petunjuk demi petunjuk membawa mereka ke dunia gelap di balik gemerlap industri hiburan dari konspirasi, dendam masa lalu, dan rahasia yang bahkan Marsha sendiri tidak pernah tahu.
Namun semakin dalam mereka menyelidiki, semakin jelas bahwa penculikan ini bukan sekadar aksi haters gila. Ada sesuatu yang jauh lebih besar bersembunyi di balik "melodi yang hilang" itu dan menemukan Marsha berarti membuka tabir kebenaran yang bisa mengguncang seluruh negeri.
[Bahasa Inggris]
Marsha Cantika, a 20-year-old girl known as Indonesia’s brightest rising young singer, is preparing for her very first grand fan meeting in Jakarta. Loved for her warmth, humility, and close bond with her fans, Marsha has become an idol to millions. Yet behind her sweet smile on stage, someone is secretly harboring a deep and dangerous hatred toward her.
On the morning of the fan meeting, Marsha vanishes without a trace. Her phone is found in the dressing room, the back door of the rehearsal building left wide open, and only a scarf remains on the floor. Police uncover a shocking clue: the kidnapper’s trail matches that of a high-profile fugitive long wanted for a series of murders and abductions.
The case is assigned to three detectives: Dandy Christopher, a seasoned senior detective known for his calm logic; Ronald Davidson, his firm and analytical partner and Aurelia Barbara, a brilliant yet emotionally driven young detective who secretly happens to be a longtime fan of Marsha.
Racing against time, the trio must find Marsha before it is too late. Each clue leads them deeper into the dark underbelly behind the glittering entertainment industry filled with conspiracies, buried grudges, and long-hidden secrets that even Marsha herself never knew.
But the deeper they investigate, the clearer it becomes that this kidnapping is not the act of a deranged hater. Something far greater is lurking behind the lost melody, and finding Marsha means uncovering a truth powerful enough to shake the entire nation.
Komentar
Posting Komentar