Muffin Strawberry

Tulisan di Antara Halaman (Between the Pages)

Bagi Angelina Abigail Maheswari Rusadi, buku adalah rumah kedua. Saat SMA, hidupnya berubah ketika ia bertemu Calvin Xavier Renaldy di sebuah toko buku kecil di Jakarta. Calvin si penulis novel terkenal yang saat itu sudah menapaki dunia sastra melihat bakat besar dalam diri Angelina, bukan hanya sebagai pembaca setia tapi juga calon penulis yang kelak akan bersinar.

Namun, perbedaan usia dan prioritas membuat mereka sepakat menjalani hubungan secara backstreet. Angelina ingin fokus sekolah, sedangkan Calvin meski diam-diam mencintainya, rela menunggu hingga ia siap. Rahasia itu hanya diketahui oleh Angelica saudari kembar Angelina dan sahabat-sahabat dekatnya.

Waktu berjalan. Dari SMA di Jakarta, kuliah di Bandung, hingga menjadi editor dan penulis buku cerita anak-anak, Angelina selalu menemukan Calvin di setiap persimpangan hidupnya entah sebagai teman yang memberi semangat, mentor yang mengajarkan dunia kata-kata, atau pria yang diam-diam menyimpan es krim cokelat untuknya.

Sepuluh tahun setelah lulus SMA, sebuah pameran buku mempertemukan mereka kembali, kali ini tanpa rahasia. Saat geng SMA Angelina berkumpul di reuni, hubungan mereka yang dulu tersembunyi kini siap ditunjukkan pada dunia. Namun, di balik tawa reuni, mereka harus menghadapi pertanyaan besar: apakah cinta yang dibangun dalam diam selama bertahun-tahun mampu bertahan di dunia nyata yang penuh tuntutan?

Tulisan di Antara Halaman adalah kisah tentang cinta yang sabar, janji yang dijaga, dan keyakinan bahwa terkadang, halaman terbaik dalam hidup memang perlu dibalik perlahan.

[Bahasa Inggris]
For Angelina Abigail Maheswari Rusadi, books are a second home. In high school, her life changed when she met Calvin Xavier Renaldy in a small bookstore in Jakarta. Calvin, a well-known novelist who had already established a name in the literary world, saw great potential in Angelina not only as a devoted reader but also as a budding writer who would someday shine.

However, their age difference and differing priorities led them to agree on keeping their relationship backstreet. Angelina wanted to focus on school, while Calvin, though secretly in love with her, was willing to wait until she was ready. Their secret was known only to Angelina’s twin sister Angelica and a few close friends.

Time passed. From high school in Jakarta, to college in Bandung, to Angelina becoming an editor and children’s book author, Calvin appeared at every crossroads of her life, whether as a supportive friend, a mentor who opened the world of words to her, or a man who quietly saved chocolate ice cream just for her.

Ten years after graduating high school, a book exhibition brought them together again this time with nothing to hide. When Angelina’s high school gang gathered for a reunion, their once-hidden relationship was finally ready to be seen by the world. Yet behind the laughter of the reunion, they faced a big question: can a love nurtured in silence for years survive the demands of the real world?

Between the Pages is a story about patient love, promises kept, and the belief that sometimes, the best chapters in life are meant to be turned slowly.

Komentar