Pao De Queijo

Di Antara Luka dan Waktu (Between Wound and Time)

Abigail Fiona Gunawan, seorang akuntan berusia 28 tahun, hidupnya berubah drastis setelah tunangannya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Duka yang mendalam membuatnya sulit melanjutkan hidup, meskipun keluarganya—adik laki-lakinya Frederico Davin Gunawan, kakeknya, serta kedua orang tuanya yang tinggal di Singapura terus berusaha menguatkannya. Untuk membantu memulihkan kondisi mentalnya, Abigail rutin berkonsultasi dengan seorang psikiater ternama.

Di sisi lain, Alexander Leonardo Arianto atau Alex adalah psikiater berusia 47 tahun yang tampan namun tertutup. Ia menyimpan luka sendiri setelah ditinggalkan kekasihnya yang berselingkuh. Sejak saat itu, Alex menutup diri dari hubungan romantis dan hanya fokus pada pekerjaannya.

Takdir mempertemukan mereka bukan hanya di ruang praktik, tetapi juga di rumah mewah milik kakek Abigail. Karena suatu keadaan yang tak terduga, Alex harus tinggal sementara di rumah tersebut—membuat mereka berdua hidup di bawah satu atap sebagai orang asing yang sama-sama terluka.

Awalnya, hubungan mereka kaku dan penuh batas. Abigail melihat Alex hanya sebagai dokter, sementara Alex berusaha menjaga profesionalitasnya. Namun, seiring waktu, interaksi sehari-hari membuka sisi lain dari masing-masing. Alex mulai melihat keteguhan Abigail di balik kesedihannya, sementara Abigail menemukan kehangatan dan ketenangan dalam sosok Alex yang diam-diam selalu ada saat ia terpuruk.

Dalam proses saling mengenal, mereka perlahan menyembuhkan luka satu sama lain. Perasaan yang awalnya tak pernah diharapkan mulai tumbuh—diam-diam, dalam, dan membingungkan. Namun, perbedaan usia, masa lalu yang belum sepenuhnya pulih, serta batas antara dokter dan pasien menjadi ujian besar bagi hubungan mereka.

“Di Antara Luka dan Waktu” adalah kisah tentang dua hati yang patah, yang tanpa rencana dipertemukan oleh takdir dan perlahan belajar bahwa cinta bisa datang bukan untuk menggantikan masa lalu, tetapi untuk menyembuhkannya.

[Bahasa Inggris]
Abigail Fiona Gunawan, a 28-year-old accountant, sees her life change completely after her fiancĂ© dies in a plane crash. The overwhelming grief makes it difficult for her to move forward, even though her family—her younger brother Frederico Davin Gunawan, her grandfather, and her parents who live in Singapore—continue trying to support and comfort her. To help restore her mental well-being, Abigail regularly attends sessions with a well-known psychiatrist.

On the other hand, Alexander Leonardo Arianto or Alex, is a handsome yet reserved 47-year-old psychiatrist. He carries wounds of his own after being abandoned by his former partner due to infidelity. Since then, Alex has closed himself off from romance and devoted himself entirely to his profession.

Fate brings them together not only inside the consultation room but also under the roof of Abigail’s grandfather’s luxurious home. Due to unexpected circumstances, Alex has to stay there temporarily—forcing two strangers carrying different heartbreaks to live together.

At first, their relationship is distant and full of boundaries. Abigail sees Alex only as her doctor, while Alex tries to maintain professionalism. But over time, daily interactions begin to reveal sides of themselves they never expected. Alex starts to notice Abigail’s strength hidden beneath her sadness, while Abigail finds warmth and comfort in Alex—the quiet presence who is always there during her darkest moments.

As they slowly get to know each other, they begin healing each other’s wounds. Feelings they never expected start to grow—quietly, deeply, and confusingly. Yet the age difference, unresolved pasts, and the boundary between doctor and patient become major challenges for their relationship.

“Between Wounds and Time” is a story about two broken hearts brought together unexpectedly by fate—and slowly discovering that love does not come to replace the past, but to heal it.

Komentar